Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Kenangan Indah Yang Ada Di Masa Kecil Dulu Yang Bermakna Bagi Bangsa Indonesia

Posted by Alimuddin Muhammad Thursday, January 24, 2013 0 comments

kalian ingat dengan kenangan masa kecil ini pada tahun 1990an, ini adalah kenangan yang paling indah pada waktu itu.

di balik kenangan yang indah ini ada maknanya buat bangsa indonesia.

Lomba makan kerupuk

Lomba Makan Kerupuk

Kerupuk terikat pada seutas tali, dan digantung yang tingginya di atas mulut peserta lomba. Aturan main, kedua tangan tidak boleh memegang tali/kerupuk, untuk itu kedua tangan disembunyikan di belakang pinggang. Hebohnya, tali gantungan kerap berayun akibat tarikan dari peserta lain.

Permainan ini mengajarkan kepada kita, di jaman penjajahan dulu rakyat mengalami kesulitan sandang, pangan dan papan. Untuk makan yang paling sederhana sekali pun mengalami kesulitan, akibat hasil panen penduduk diambil paksa oleh penguasa. Akibatnya, banyak rakyat yang kurang gizi bahkan mati kelaparan.


Lomba balap karung

Lomba Balap Karung


Pemain masuk ke dalam karung, kemudian dengan lari dengan cara meloncat. Tidak jarang pemain terjatuh berguling-guling. Karung ini mengingatkan pada saat dijajah oleh Jepang. Sebagian besar rakyat mengalami penderitaan sangat berat, karena bahan pakaian sengaja tidak didistribusikan sehingga yang tertinggal hanyalah karung goni bekas.

Kain yang berserat kasar tersebut menimbulkan gatal-gatal di kulit karena sebagai sarang kutu. Filosofi menginjak-injak karung, kita meninggalkan pakaian yang sangat tidak pantas pakai tersebut. Ada makna lain dari balap karung yaitu betapa sulitnya berlari ketika kedua kaki terkungkung di dalam karung. Seperti kungkungan penjajah terhadap kebebasan rakyat untuk kemajuan bangsa Indonesia.


Lomba tarik tambang

Lomba Tarik Tambang


Makna dari permainan ini bahwa persatuan sebagai modal utama untuk mengalahkan penjajah/lawan. Permainan ini juga mengajarkan bagaimana membentuk tim yang kompak dalam menyusun strategi yang tepat untuk dapat menarik tambang dengan mantap..

Lomba panjat pinang

Lomba Panjat Pinang


Biasanya lomba ini digelar sebagai puncak acara dari aneka perlombaan. Lomba ini sering membuat tawa geli penonton. Pemanjat yang sudah mencapai ketinggian tertentu harus kembali merosot ke bawah. Mereka berusaha berkali-kali menggapai hadiah di ujung tiang batang pinang berlumur oli dan minyak.

Untuk mencapai puncak, mereka harus bekerja sama saling bahu-membahu. Filosofi permainan ini adalah kebersamaan komponen bangsa untuk meraih kemerdekaan.

Baca Selengkapnya ....

Mengapa Burung Tidak Kesetrum Ketika Hinggap di Kabel Listrik?

Posted by Alimuddin Muhammad Sunday, October 14, 2012 0 comments

Mengapa Burung Tidak Kesetrum Ketika Hinggap di Kabel Listrik?


Pernahkah kalian melihat burung yang sedang hinggap di atas kabel listrik? Pernahkah kalian berfikir, mengapa burung-burung tersebut tidak kesetrum walaupun kaki-kakinya menyentuh kabel bertegangan tinggi? 

Bukan hanya burung, tupai pun tidak kesetrum walaupun bolak-balik melewati kabel bertegangan tinggi. Hhmm.. kira-kira apa ya, yang membuat burung dan tupai itu bisa kebal terhadap aliran listrik tersebut? Yuk kita cari tahu…

Pernahkah kalian melihat burung yang sedang hinggap di atas kabel listrik? Pernahkah kalian berfikir, mengapa burung-burung tersebut tidak kesetrum walaupun kaki-kakinya menyentuh kebel bertegangan tinggi? Bukan hanya burung, tupai pun tidak kesetrum walaupun bolak-balik melewati kabel bertegangan tinggi. Hhmm..kira-kira apa ya, yang membuat burung dan tupai itu bisa kebal terhadap aliran listrik tersebut? Yuk kita cari tahu…
Kalian sebelumnya pasti sudah pernah membaca artikel “Mengapa Kita Bisa Kesetrum?”. Nah, sedikit mengulang, sesuatu dapat terkena sengatan listrik apabila terjadi perbedaan tegangan. Sebagaimana air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, arus listrik mengalir dari tegangan tinggi ke tegangan rendah yang akan menimbulkan tegangan listrik. Bumi atau tanah memiliki tegangan rendah. Hal ini menyebabkan listrik selalu mengalir ke bumi dari sumber tegangan melalui konektor (konduktor).
Jika kita kesetrum, itu berarti terjadi kontak antara tubuh kita sebagai konektor (konduktor) dengan sumber tegangan yang cukup tinggi sehingga menimbulkan arus melalui otot atau rambut kita. Jika ada sesuatu yang memberi jalan antara kabel listrik dan tanah (misalnya tubuh kita), maka listrik akan mengalir melewatinya.
Pada saat burung hinggap di atas kabel listrik, mereka tidak akan kesetrum karena burung tersebut hanya hinggap pada sebuah kabel dan tidak menyebabkan terjadinya perubahan pada tegangan listrik pada kabel tersebut. Kaki mereka tidak menyentuh kabel netral atau ground(tanah). Jadi tidak ada aliran listrik melewati tubuh burung sehingga burung tidak akan kesetrum.
Jika kita menyentuh kabel listrik seperti burung yang mencengkeram kabel, maka kita juga tidak akan tersetrum tentunya asalkan kaki kita tidak menyentuh tanah atau menggunakan alas kaki yang merupakan isolator (plastik, sandal karet, dan lain-lain).

Baca Selengkapnya ....

Sudah Saatnya Pendidikan Kita Berubah ke Digital

Posted by Alimuddin Muhammad Tuesday, September 25, 2012 0 comments



Perpustakan digital di UI. Canggih dan mewah, sayang ujung-ujungnya pengadaan proyek digital library ini berbau korupsi sehingga sedang diselidikioleh KPK.



Pengamat: Sistem Mengajar Harus Berubah


Minggu, 23 September 2012 12:49 WIB

Komisi D Usulkan Ada Lembaga Corporate Untuk SBPP
SURYA Online, MALANG - Pengamat Pendidikan Kota Malang, Suparto menilai, agar Pemkot dan DPRD Kota Malang lebih serius lagi dalam membahas rancangan peraturan daerah (ranperda) pendidikan yang saat ini masih dalam pembahasan.

Menurut Suparto yang juga mantan sekretaris Dewan Pendidikan Kota Malang itu, jangan sampai perda baru sama saja dengan perda pendidikan lama yang disahkan pada 2009 lalu.

"Ada hal-hal baru yang harus dimasukkan dalam perda pendidikan, misalnya karakteristik peserta didik," kata Suparto, Minggu (23/09/2012).
Karakter peserta didik, jelasnya, harus digali lebih dalam agar kualitas pendidikan di Kota Malang lebih bermutu.

Dia katakan, dalam perda sebelumnya, tidak ada klausul yang menjelaskan sistem pengajaran harus melihat karakteristik peserta didik. "Karakter peserta didik ini maksudnya, pengajar harus menyesuaikan dengan kondisi siswa yang sudah generasi digital," jelas dosen Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Berdasarkan pengamatanya selama ini, pendidik masih berkarakter analog, artinya, pemikiran dan cara mengajar masih banyak yang berbasis tradisional, seperti ceramah. Sementara siswa generasi digital tidak menyukai sistem mengajar menggunakan ceramah.

Mereka lebih menyukai belajar dengan sistem teknologi, seperti menggunakan slide, power point, dan lainya yang berhubungan dengan teknologi. "Generasi digital dan analog itu sangat bertentangan. Itu yang harus dirubah. Pendidik yang harus menyesuaikan dengan generasi sekarang," ungkapnya.

Dia akui, perubahan sistem pembelajaran dari analog ke digital memang tidak mudah. Terlebih banyak pendidik yang masih gagap teknologi. Namun menurutnya perubahan itu perlu dilakukan sedini mungkin. Apabila tidak segera dirubah, dia khawatir, kemajuan pendidikan akan terhambat.

Sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2012/09/23/pengamat-sistem-mengajar-harus-berubah

Baca Selengkapnya ....
Copyright of alie94.